1. Belajar
Mengetahui (Learning to Know)
Belajar untuk mengetahui (learning
to know) pada dasarnya adalah suatu pembelajaran tidaklah hanya
dilihat dari hasil akhir sebuah pembelajaran tersebut, melainkan juga
berorientasi dalam proses pembelajaran, belajar untuk mengetahui (learning
to know) dalam pembahasan ini dapat diartikan juga sebagai suatu
kegiatan untuk memperoleh, memperdalam dan memanfaatkan pengetahuan, learning to know juga diartikan sebagai
life long education yang berarti pendidikan sepanjang hayat, manusia memiliki
rasa ingin tahu, dan akan terus belajar sepanjang hayatnya, sehingga
menimbulkan kemauan untuk terus berfikir. Tahapan awal untuk
menciptakan pendidikan yang baik dan berkualitas adalah dengan mengetahui,
memahami dan menerapkan pilar-pilar dalam pendidikan, dan learning to know atau
belajar untuk mengetahui adalah pilar utama dalam sebuah pendidikan yang
mempunyai nilai-nilai dan keyakinan yang menjadikannya sebuah kunci dalam suatu
pendidikan.
2. Belajar Berkarya (Learning to do)
Proses pembelajaran dalam konsep learning to do adalah peserta didik harus mau dan mampu
(berani) mengaktualisasi keterampilan yang dimilikinya, selain bakat dan minat
yang telah dimiliki sejak awal. .
Berkarya sangat erat untuk hubungannya dengan kerja keras. Kerja keras
menunjukkan bahwa seseorang mempunyai keinginan untuk memperoleh hasil secara
baik dan efektif. Sekolah adalah
salah satu fasilitas untuk mengaktualisasikan keterampilan yang dimiliki
peserta didik, serta bakat dan minatnya agar “Learning to do” (belajar untuk melakukan sesuatu) dapat terealisasi.
Hal-hal
yang terkait dengan belajar melakukan sesuatu atau untuk berkarya (learning to do)
a.
Human Dignity and The
Dignity of Labour (Martabat manusia
dan martabat tenaga kerja)
b. Health and Harmony with Nature (Kesehatan
dan keharmonisan dengan alam)
c. Truth and Wisdom (Kebenaran dan Kebijaksanaan)
d. Love and Compassion (Cinta dan Kasih Sayang)
e. Creativity (Kreativitas)
f. Peace and Justice (Perdamaian dan Keadilan)
g. Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan)
h. National Unity and Global Solidarity (Persatuan dan Solidaritas Nasional)
i.
Global Spiritual (Spiritual Global)
3. Belajar Hidup Bersama (Learning to
Live Together)
Learning to live
together dalam bahasa Indonesia artinya
belajar untuk bisa hidup bersama, maksudnya yaitu dengan terus belajar kita
akan terus mendapatkan wawasan yang baru mengenai sesuatu hal kita tidak
ketahui sebelummnya. Dalam mencapai kehidupan bersama diperlukan usaha-usaha,
cara-cara dan kunci-kunci yang lebih menonjolkan sifat kebersamaan atau rasa
kepedulian social yang tinggi. Karena dalam mencapai kehidupan bersama rasa
kebersamaan tersebut harus diawali dari individu terlebih dahulu sebelum
akhirnya kepada ruang lingkup yang lebih luas. Dan dalam mencapai keberhasilan
yang diinginkan, yaitu dapat hidup bersama tanpa adanya rasa keberatan atau
ketidaknyamanan pada diri sendiri pastilah terdapat masalah-masalah demi terciptanya
kehidupan bersama tersebut, dan amsala-masalah itu di antaranya :
a. Menemukan orang lain dengan menemukan diri sendiri
b. Mengadopsi perspektif kelomppok etnis, agama dan
social lainnya
c. Berpartisipasi dalam proyek dengan orang-orang dari
kelompok
d. Mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan ketegangan
dan konflik.
4. Belajar Berkembang Utuh (Learning
to be)
Learning to be mengandung arti bahwa belajar adalah proses untuk membentuk manusia
yang memiliki jati dirinya sendiri. Konsep learning
to be perlu dihayati oleh praktisi pendidikan untuk melatih siswa agar
memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Kepercayaan merupakan modal utama bagi
siswa untuk hidup dalam masyarakat. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan
merupakan bagian dari proses menjadi diri sendiri (learning to be). Menurut
Edgar Faure dalam laporannya “ manusia itu hakikatnya tidak lengkap, terbagi-bagi,
dan belum selesai “. Artinya bahwa pendidikan harus diarahkan untuk
pengembangan manusia seutuhnya mulai dari aspek fisik, intelektual, emosional,
dan etika.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
proses pendidikan menurut Djamal (2007:101) yaitu:
1) Motivasi
2) Sikap
3) Minat
4) Kebiasaan belajar
5) Konsep diri

0 komentar:
Posting Komentar