Always be Stronger

Alan Walker - Fade [musiconly]

READMORE
 

FIFA PUSKAS AWARD 2016 - Finalist & Other Candidates

READMORE
 

Celta Vigo 3 - 1 Malaga // Full Highlight (Laliga) 9/01/2017

READMORE
 

Hangouts

Ini ni travel alias jalan-jalan gua sama temen kampus, bisa dibilang sih...dadakan, dan gilanya lagi, dari temen-teman gua itu banyak yang gak mandi x_x. 
Sumpah !!! ini seru abiss banyak cerita dibalik ini semua mulai dari Cintaa-cintaann..uhuyyy, ada yang "scared" gitu sama jembatan gantung ini, sampe-sampe bisa bikin jangkrik di hutan ketawa. 
Dago Pakar, itulah nama tempat yang satu ini, salah satu tempat tersejuk di Bandung, tapi masih sejukan Pagaralam sihh...


masa-masa ini akan sulit terulang men, ada salah satu dari sahabat kita yang pergi dengan sejuta mimpi dan harapannya yang kami rasa itu indah banget sampe-sampe kita dibuat "fly away"...#narsis!!!
dibalik itu semua, yang cowok-cowok, itu rambut bisa dibilang sih WIG (rambut oplosan), karna kenyataannya sekarang rambut kami dibotakin abis pas acara PAB (Penerimaan Anggota Botak, eh salah Baru maksudnya). banyak yang nentang pas acara, tapi yaa itu lah gimana lagi `regulation`
balik lagi ke jalanan, waktu pada saat ini dan itu O_o kami masuk goa apa gua sih? goa aja deh biar kece, yang lebih tepatnya Goa Belanda, amazinngg banget lah ngeliat sejarah-sejarah gitu, dimana pada saat itu goa tersebut dipakai sebagai tempat pembantaian oleh penjajah terhadap masyarakat pribumi , sekarang ? jangan sampe terulang !!!
pernah juga dipakai sebagai gudang mesiu oleh pemerintahan Indonesia, waahhh coba diledakin pasti seru, kayak tahun baruan gituu..
next lagi ke gua Jepang kalo Jepang pake gua aja lah, biar asa di jakartee, Gua Jepang masih terlihat alamiah dibanding Goa Belanda, dari tekstur lantai, pentilasi, pokoknya interiorlah.. suasana dingin itu terasa banget men, bayangin ada tempat tidur kaisar Jepang dulu yang tempatnya itu gila Gadang abiss, kalo manusia sekarang bisa muat 8 orang, itu tidur apa tempet ngeliwet yaa atau mungkin istri nya banyak yaa??? Oh please men positive think !! tapi bisa jadi juga sih #confused =D
Ini ni our pic on :



finally, ini nih kalo mau tau lebih lanjut apa itu Dago Pakar : http://tahuradjuanda.jabarprov.go.id/tentang-tahura/selayang-pandang/
READMORE
 

Permaslahan Belajar dan Pembelajaran

“PENGARUH KENAKALAN REMAJA DALAM PENDIDIKAN






Kenakalan remaja di era global sekarang ini telah menjadi problematika kehidupan yang sangat dominan, dimana remaja-remaja sekarang terutama di Indonesia telah terpengaruhi oleh budaya-budaya dan nilai sosial yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah tertentu. ada banyak faktor yang menyebabkan kenakalan remaja itu terjadi mulai dari aspek keluarganya sendiri, aspek relavansi dengan teman, dan aspek kegiatan di sekolah.
Penyebab kenakalan remaja yang pertama, yaitu aspek keluarga atau bisa disebut juga aspek primer. Anak tumbuh dan berkembang akan di didik oleh orangtuanya atau pengasuhnya, mulai dari dalam kandungan hingga tumbuh menjadi dewasa. Dalam proses petumbuhan dan perkembangan tersebut akan ada fenomena-fenomena yang sering berimbas buruk baik bagi anak tersebut, misalnya dalam mendidik anak, orangtua tersebut mengajarkan apa yang belum seharusnya ia terima dalam jangka umur tetentu. Psikologis dan atau tingkahlaku anak akan terganggu dengan hal tersebut dan pada akhirnya anak tersebut akan mencari tahu apa yang ia dapat. Contoh real nya yaitu oang tua mengajak anaknya yang berumur 7 tahun untuk menyaksikan film action, film tersebut akan banyak menayangkan adegan-adegan berkelahi dan lain sebagainya, imbasnya anak tersebut akan menelaah apa yang ia lihat lalu ia akan tuangkan dan ia implementasikan di kehidupan sehari-harinya. Kerukunan rumah tangga juga menjadi faktor yang juga memiliki pengaruh besar dalam prilaku anak, dimana telah sering terdengar istilah broken home atau suatu kondisi dimana didalam keluarga tersebut terjadi kekacauan berumah tangga. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi tidak terkendali, anak tidak bisa melihat rumah tangga yang berantakan, dengan demikian anak juga akan mencari sendiri kasih sayang kepada orang lain. Contoh, suatu keluarga ini memiliki kekacauan antara suami dan istri, lalu bercerai. Tingkah laku anak tersebut berubah yang mana ia dulu tidak pernah keluar malam, tetapi sekarang ia hampir tiap malam berkeluyuran hingga melupakan kewajibannya untuk sekolah. Oleh karena itu, betapa pentingnya kerukunan berumah tangga dan bagaimanapun keluarga akan tetap menjadi pengaruh primer yang harus memiliki akredibilatas yang baik.
Kedua yaitu aspek relavansi dengan teman atau orang lain, teman merupakan faktor yang mudah mempengaruhi sikap dan tingkah laku dalam setiap individu remaja. Dalam dunianya remaja akan sering menemukan teman yang bermacam-macam karakteristik mulai dari teman yang baik, setengah baik, dan teman yang jahat. Dari hal tesebut anak akan sangat mudah terpengaruh, dimana pada saat remaja anak baru memulai menemukan jati dirinya. Dala proses menemukan jati diri tersebut faktor eksternal adalah faktor yang paling berbahaya bila tidak dicern terlebih dahulu dalam berteman atau dalam memilah teman mana yang baik dan mana yang jahat. Dalam contoh konkritnya banyak remaja sekarang yang menyalahgunakan narkoba, terlebih hal itu dominan dipengauhi oleh temannya sendiri. Dan sekarang sedang maraknya aksi brutal dari para pelajar dimana telah sering terjadi tawuran antar pelajar yang dianggap hal tersebut sebagai cara untuk penyelesaian masalah dan sekaligus proses tumbuh kembangnya pemikiran untuk destroyed/mengahancurkan, hal tersebut semuanya notabene berawal dari pengaruh teman-teman/relavansinya sendiri. Dengan demikian sebagai calon penerus bangsa pengaruh terbesarnya bagaimana pendidikan remaja tersebut akan terganggu dan akan menyebabkan masa depannya hancur.

Terakhir yang ketiga, yaitu aspek kegiatan disekolah. Sekolah merupakan tempat dimana akan banyak asosiasi dari remaja-remaja yang berasal dari berbagai latar belakang. Dalam sekolah tersebut akan ada pendidik yang disebut-sebut sebagai orangtua di sekolah, pengaruh seorang pendidik juga tidak kalah pentingnya dengan orangtua dirumah. Pada saat kegiatan belajar dan pembelajaran guru juga harus menanamkan aspek-aspek normatif dan peringatan yang bersifat membangun dan memperbaiki. Karena dengan dilakukannya hal tersebut sebagai seorang pendidik yang kompetitif bisa meminimalisir terjadinya kenakalan remaja baik itu disekolah maupun dilingkungan masyarakat. Seorang pendidik dan sistem pembelajarannya juga bisa mempengaruhi apa yang diterima oleh peserta didiknya, mulai dari tingkah laku pendidik, metode belajarnya, pengorganisasian didalam kelas, memahami terhadap kejiwaan/psikologis peserta didik, pembatasan materi yang sesuai dengan koridornya, dll.
READMORE
 

Taksonomi Bloom


Merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disoleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya.usun

Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu:

1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.

2. Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.

3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

Beberapa istilah lain yang juga menggambarkan hal yang sama dengan ketiga domain tersebut di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantoro, yaitu: cipta, rasa, dan karsa. Selain itu, juga dikenal istilah: penalaran, penghayatan, dan pengamalan.

Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai “pemahaman” yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan “pengetahuan” yang ada pada tingkatan pertama.


Domain Kognitif 

Bloom membagi domain kognisi ke dalam 6 tingkatan. Domain ini terdiri dari dua bagian: Bagian pertama berupa Pengetahuan (kategori 1) dan bagian kedua berupa Kemampuan dan Keterampilan Intelektual (kategori 2-6)

Pengetahuan (Knowledge)

Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas, orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk.

Aplikasi (Application)

Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dsb di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya reject di produksi, seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram.

Analisis (Analysis)
Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisis informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya reject, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yg ditimbulkan.

Sintesis (Synthesis)

Satu tingkat di atas analisis, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.

Evaluasi (Evaluation)

Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yg sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, urgensi, nilai manfaat, nilai ekonomis, dsb.


Domain Afektif 

Pembagian domain ini disusun Bloom bersama dengan David Krathwol.

Penerimaan (Receiving/Attending)

Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya. Dalam pengajaran bentuknya berupa mendapatkan perhatian, mempertahankannya, dan mengarahkannya.

Tanggapan (Responding)

Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.

Penghargaan (Valuing)

Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku. Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku.

Pengorganisasian (Organization)

Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai yang konsisten.

Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (Characterization by a Value or Value Complex)

Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristik gaya-hidupnya.


Domain Psikomotor 

Rincian dalam domain ini tidak dibuat oleh Bloom, tapi oleh ahli lain berdasarkan domain yang dibuat Bloom.

Persepsi (Perception)

Penggunaan alat indera untuk menjadi pegangan dalam membantu gerakan.

Kesiapan (Set)

Kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan gerakan.

Guided Response (Respon Terpimpin)

Tahap awal dalam mempelajari keterampilan yang kompleks, termasuk di dalamnya imitasi dan gerakan coba-coba.

Mekanisme (Mechanism)
Membiasakan gerakan-gerakan yang telah dipelajari sehingga tampil dengan meyakinkan dan cakap.

Respon Tampak yang Kompleks (Complex Overt Response)

Gerakan motoris yang terampil yang di dalamnya terdiri dari pola-pola gerakan yang kompleks.

Penyesuaian (Adaptation)

Keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi.

Penciptaan (Origination)

Membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi, kondisi atau permasalahan tertentu.

Sumber : "Taksonomi Bloom". http://id.wikipedia.org/wiki/. diakses tanggal 7 Desember 2013. pukul 17.05


READMORE
 

Resume Teori Belajar Humanistik

A. Konsep Dasar Teori Humanistik
Teori ini membahas kemampuan dan potensi orang-orang saat mereka memilih dan mencari control atas hidup mereka. Menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan. Tujuan belajar adalah untuk memanusiakan seorang manusia untuk mampu mengaktualisasikan diri dalam hidup dan penghidupannya. Konsep belajar humanistik berangkat dari aliran psikologi humanistik. Belajar harus berorientasi pada peserta didik sebagai subjek belajar. Untuk memahami seseorang, kita harus mempelajari perilakunya, pikiran, dan perasaan mereka.
Pendidikan yang efektif menurut aliran ini adalah pendidikan yang berpusat pada minat, dan kebutuhan-kebutuhan peserta didik. Pendekatan Humanistik mengedepankan pentingnya emosi dalam dunia pendidikan. Pendekatan humanistik dalam pendidikan menekankan pada perkembangan positif. Belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Teori Humanistik menekankan kognitif.

B. Tokoh-tokoh dalam Teori Humanistik

  • Abraham Maslow
  • Carl Ransom Rogers
  • Arthur Combs
  • Kolb
  • Honey dan Mumford
  • Habernas
  • Bloom dan Krathwohl

C. Asumsi

  • Abraham Maslow mengatakan bahwa di dalam diri individu ada dua hal:
  1. Suatu usaha yang positif untuk berkembang
  2. Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu
Lalu Maslow juga mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarki. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama, seperti kebutuhan psikologis, barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di atasnya, ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya.
dan beliau juga memfokuskan pada individu secara keseluruhan, bukan hanya satu aspek individu, dan menekankan kesehatan daripada sekedar penyakit dan masalah.
  • Carl Ransom Rogers menyebutkan bahwa teorinya bersifat humanistik dan menolak pesimisme suram dan putus asa dalam psikoanalisis serta menentang teori behaviorisme yang memandang manusia seperti robot. Teori humanisme Rogers lebih penuh harapan dan optimis tentang manusi karena manusi mempunyai potensi-potensi yang sehat untuk maju.
     Asumsi dasar teori Rogers yaitu :
  •  Kecendrungan formatif, segala hal di dunia tersusun dari hal-hal yang lebih kecil
  • Kecendrungan aktualisasi, kecendrungan setiap makhuk hidup untuk bergerak menuju kesempurnaan atau pemenuhan potensi dirinya.


D. Kelebihan & Kekurangan Teori Humanistik
(+)
• Bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, analisis terhadap fenomena sosial.
• Siswa merasa senang, berinisiatif dalam belajar,.
• Guru menerima siswa apa adanya,memahami jalan pikiran siswa.
• Siswa mempunyai banyak pengalaman yang berarti
• Menjadikan siswa lebih kreatif dan mandiri; membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah.
• Indikator dari keberhasilan aplikasi ini ialah siswa merasa senang dan bergairah
• Terjadinya perubahan pola pikir
• Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara tanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang-orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin, atau etika yang berlaku
• Siswa dituntut untuk berusaha agar lambat laun mampu mencapai aktualisai diri dengan sebaik-baiknya.

(-)
• Bersifat individual.
• Proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi dan lingkungan yang mendukung.
• Sulit diterapkan dalam konteks yang lebih praktis
• Peserta didik kesulitan dalam mengenal diri dan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
• Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan dalam proses belajar.
• Siswa tidak aktif dan malas belajar akan merugikan diri sendiri dalam proses belajar
• Peran guru dalam proses pembentukan dan pendewasaan kepribadian siswa menjadi berkurang
• Keberhasilan proses belajar lebih banyak ditentukan oleh siswa itu sendiri

E. Karakteristik Teori Humanistik

  • Mementingkan manusia sebagai pribadi
  • Mementingkan kebulatan pribadi
  • Mementingkan peranan kognitif dan afektif
  • Mengutamakan terjadinya aktualisasi diri dan self concept
  • Mementingkan persepsual subjektif yang dimiliki tiap individu
  • Mementingkan kemampuan menentukan bentuk tingkah laku sendiri
  • Mengutamakan insight (pengetahuan/pemahaman) (Suprayogi, 2005).

F. Prinsip Teori Humanistik
1. Manusia memiliki kemampuan alami untuk belajar
2. Belajar menjadi signifikan apabila apa yang dipelajari memiliki relevansi dengan keperluan mereka
3. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya
4. Tugas belajar dapat lebih diterima dan diasimilasikan apabila ancaman dari luar itu semakin kecil
5. Bila ancaman itu rendah terdapat pengalaman siswa dalam memperoleh cara belajar yang bermakna diperoleh jika siswa melakukannya
6. Belajar lancar jia siswa dilibatkan dalam proses belajar
7. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
8. Kepercayaan pada diri siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri
9. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar

G. Implementasi terhadap pembelajaran
Guru Sebagai Fasilitator :
• memberi perhatian dan motivasi
• membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum
• Memahami karakteristik siswa
• mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar
• Dapat menyesuaikan dirinya bersama siswanya
• Berbaur dengan siswanya, berkomunikasi dengan sangat baik bersama siswanya
• Dapat memahami dirinya dan tentunya agar dapat memahami siswanya
Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah :
• Merumuskan tujuan belajar yang jelas
• Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas , jujur dan positif.
• Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri
• Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri
• Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukan apa yang diinginkan dan menanggung risiko dari perilaku yang ditunjukkan.
• Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya.
• Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya
• Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa

Sumber :
Catatan Pribadi
Presentasi Kelompok
Mahmud. 2013. "Teori Humanistik dan Tokoh-tokohnya" http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com (online). diakses tanggal 28 November 2013 pukul 21.15



READMORE