Permaslahan Belajar dan Pembelajaran

“PENGARUH KENAKALAN REMAJA DALAM PENDIDIKAN






Kenakalan remaja di era global sekarang ini telah menjadi problematika kehidupan yang sangat dominan, dimana remaja-remaja sekarang terutama di Indonesia telah terpengaruhi oleh budaya-budaya dan nilai sosial yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah tertentu. ada banyak faktor yang menyebabkan kenakalan remaja itu terjadi mulai dari aspek keluarganya sendiri, aspek relavansi dengan teman, dan aspek kegiatan di sekolah.
Penyebab kenakalan remaja yang pertama, yaitu aspek keluarga atau bisa disebut juga aspek primer. Anak tumbuh dan berkembang akan di didik oleh orangtuanya atau pengasuhnya, mulai dari dalam kandungan hingga tumbuh menjadi dewasa. Dalam proses petumbuhan dan perkembangan tersebut akan ada fenomena-fenomena yang sering berimbas buruk baik bagi anak tersebut, misalnya dalam mendidik anak, orangtua tersebut mengajarkan apa yang belum seharusnya ia terima dalam jangka umur tetentu. Psikologis dan atau tingkahlaku anak akan terganggu dengan hal tersebut dan pada akhirnya anak tersebut akan mencari tahu apa yang ia dapat. Contoh real nya yaitu oang tua mengajak anaknya yang berumur 7 tahun untuk menyaksikan film action, film tersebut akan banyak menayangkan adegan-adegan berkelahi dan lain sebagainya, imbasnya anak tersebut akan menelaah apa yang ia lihat lalu ia akan tuangkan dan ia implementasikan di kehidupan sehari-harinya. Kerukunan rumah tangga juga menjadi faktor yang juga memiliki pengaruh besar dalam prilaku anak, dimana telah sering terdengar istilah broken home atau suatu kondisi dimana didalam keluarga tersebut terjadi kekacauan berumah tangga. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi tidak terkendali, anak tidak bisa melihat rumah tangga yang berantakan, dengan demikian anak juga akan mencari sendiri kasih sayang kepada orang lain. Contoh, suatu keluarga ini memiliki kekacauan antara suami dan istri, lalu bercerai. Tingkah laku anak tersebut berubah yang mana ia dulu tidak pernah keluar malam, tetapi sekarang ia hampir tiap malam berkeluyuran hingga melupakan kewajibannya untuk sekolah. Oleh karena itu, betapa pentingnya kerukunan berumah tangga dan bagaimanapun keluarga akan tetap menjadi pengaruh primer yang harus memiliki akredibilatas yang baik.
Kedua yaitu aspek relavansi dengan teman atau orang lain, teman merupakan faktor yang mudah mempengaruhi sikap dan tingkah laku dalam setiap individu remaja. Dalam dunianya remaja akan sering menemukan teman yang bermacam-macam karakteristik mulai dari teman yang baik, setengah baik, dan teman yang jahat. Dari hal tesebut anak akan sangat mudah terpengaruh, dimana pada saat remaja anak baru memulai menemukan jati dirinya. Dala proses menemukan jati diri tersebut faktor eksternal adalah faktor yang paling berbahaya bila tidak dicern terlebih dahulu dalam berteman atau dalam memilah teman mana yang baik dan mana yang jahat. Dalam contoh konkritnya banyak remaja sekarang yang menyalahgunakan narkoba, terlebih hal itu dominan dipengauhi oleh temannya sendiri. Dan sekarang sedang maraknya aksi brutal dari para pelajar dimana telah sering terjadi tawuran antar pelajar yang dianggap hal tersebut sebagai cara untuk penyelesaian masalah dan sekaligus proses tumbuh kembangnya pemikiran untuk destroyed/mengahancurkan, hal tersebut semuanya notabene berawal dari pengaruh teman-teman/relavansinya sendiri. Dengan demikian sebagai calon penerus bangsa pengaruh terbesarnya bagaimana pendidikan remaja tersebut akan terganggu dan akan menyebabkan masa depannya hancur.

Terakhir yang ketiga, yaitu aspek kegiatan disekolah. Sekolah merupakan tempat dimana akan banyak asosiasi dari remaja-remaja yang berasal dari berbagai latar belakang. Dalam sekolah tersebut akan ada pendidik yang disebut-sebut sebagai orangtua di sekolah, pengaruh seorang pendidik juga tidak kalah pentingnya dengan orangtua dirumah. Pada saat kegiatan belajar dan pembelajaran guru juga harus menanamkan aspek-aspek normatif dan peringatan yang bersifat membangun dan memperbaiki. Karena dengan dilakukannya hal tersebut sebagai seorang pendidik yang kompetitif bisa meminimalisir terjadinya kenakalan remaja baik itu disekolah maupun dilingkungan masyarakat. Seorang pendidik dan sistem pembelajarannya juga bisa mempengaruhi apa yang diterima oleh peserta didiknya, mulai dari tingkah laku pendidik, metode belajarnya, pengorganisasian didalam kelas, memahami terhadap kejiwaan/psikologis peserta didik, pembatasan materi yang sesuai dengan koridornya, dll.

Penulis : qq ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Permaslahan Belajar dan Pembelajaran ini dipublish oleh qq pada hari Desember 11, 2013. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Permaslahan Belajar dan Pembelajaran
 

0 komentar:

Posting Komentar