Resume Teori Belajar Konstruktivisme


       A.    Konsep Dasar

Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Pendekatan konstruktivisme mempunyai beberapa konsep umum seperti:

  •       Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
  •       Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.
  •      Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling memengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru
  •       Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.
  •      Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
  •     Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai keterkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik minat pelajar.
Para ahli konstruktivisme memandang bahwa belajar sebagai hasil dari konstruksi mental. Para siswa belajar dengan mencocokkan informasi baru yang mereka peroleh bersama-sama dengan apa yang telah mereka ketahui. Siswa akan dapat belajar dengan baik jika mereka mampu mengaktifkan konstruk pemahaman mereka sendiri.

Menurut para ahli konstruktivisme, belajar juga dipengaruhi oleh konteks, keyakinan , dan sikap siswa. Dalam proses pembelajaran para siswa didorong untuk menggali dan menemukan pemecahan masalah mereka sendiri serta mencoba untuk merumuskan gagasan-gagasan dan hipotesis. Mereka diberikan peluang dan kesempatan yang luas untuk membangun pengetahauan awal mereka. 

      B.     Tokoh

Jian Piaget
Vygotsky
John Dewey

      C.     Asumsi

Jian Piaget : Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar, 1989: 159) menegaskan bahwa penekanan teori kontruktivisme pada proses untuk menemukan teori atau pengetahuan yang dibangun dari realitas lapangan. Peran guru dalam pembelajaran menurut teori kontruktivisme adalah sebagai fasilitator atau moderator. Piaget juga menegaskan bahwa pengetahuan tersebut dibangun dalam pikiran anak melalui :
  1. Skemata,
  2. Asimilasi,
  3. Akomodasi, dan
  4. Keseimbangan.
Vygotsky : Menyatakan bahwa siswa dalam mengkonstruksi suatu konsep perlu memperhatikan lingkungan sosial.  Konstruktivisme ini oleh Vygotsky disebut konstruktivisme social (bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik).
Ada dua konsep penting dalam teori Vygotsky, yaitu
  1. Zone of Proximal Development (ZPD)
  2. scaffolding.
John Dewey : Ia menguatkan kembali bahwa teori konstruktivisme ini mengatakan bahwasanya pendidik yang cakap harus melaksanakan pengajaran dan pembelajaran sebagai proses menyusun atau membina pengalaman secara berkelanjutan. Beliau juga menekankan kepentingan penyertaan murid di dalam setiap aktivitas pengajaran dan pembelajaran.

       D.    Kelebihan dan Kekurangan

(+)

Berfikir : Dalam proses membina pengetahuan baru, murid berfikir untuk menyelesaikan masalah, menjadikannya gagasan dan membuat keputusan.
Faham : Oleh karana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi.
Ingat : Oleh karena murid terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Melalui pendekatan ini pesrta didik membina sendiri kefahaman mereka. Dengan ini justru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.
Kemahiran sosial : Kemahiran sosial diperolehi apabila berinteraksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru.
Seronok : Oleh kerana mereka terlibat secara terus, mereka faham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan sehat, maka mereka akan merasa kondusif dalam belajar untuk membina pengetahuan baru.

(-)

Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik sepertinya kurang begitu mendukung.

       E.     Karakteristik

Adapun karakteristik pembelajaran secara kontruktivisme:

  • Memberi peluang kepada murid membina pengetahuan baru melalui penglibatan dalam dunia sebenarnya.
  • Menggalakkan persoalan/ide yang dimulai oleh murid dan menggunakannya sebagai panduan dalam merancang pengajaran.
  • Menyokong pembelajaran secara kooperatif mengambil sikap dan pembawaan murid.
  • Mengambil kajian bagaimana murid belajar pada sesuatu ide/gagasan.
  • Menggalakkan & menerima daya usaha & autonomi (kemandirian) murid.
  • Menggalakkan murid bertanya dan berdialog dengan murid & guru.
  • Menganggap pembelajaran sebagai suatu proses yang sama penting dengan hasil pembelajaran.
  • Menggalakkan proses inkuiri (proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan obsevasi dan atau eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berfikir kritis dan logis) melalui kajian dan eksperimen. 

      F.      PrinsipResume Teori Belajar Konstruktivisme


  • Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri.
  • Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru kemurid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar.
  • Murid aktif megkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah.
  • Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar/kondusif.
  • Menghadapi masalah yang relevan dengan siswa.
  • Struktur pembelajaran seputar konsep utama pentingnya sebuah pertanyaan.
  • Mencari dan menilai pendapat siswa.
  • Menyesuaikan kurikulum untuk menanggapi anggapan siswa.

        G.    Aplikasi teori dalam pembelajaran

Tujuan pendidikan menurut teori belajar konstruktivisme adalah menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi,
Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Selain itu, latihan memcahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari dan
Peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Guru hanyalah berfungsi sebagai mediator, fasilitor, dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik.


Sumber :
Prima, Ade. 2012. Teori Belajar Konstruktisme,  (Online) (http://ade-prima.blogspot.com/2012/09/teori-konstruktivisme.html), diakses 20 November 2013
Nanang, Wahid. 2009. Teori Belajar Konstruktisme, (Online), (http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi makalah-tentang/teori-belajar-konstruktivisme+teori+belajar+bermakna&hl=id&ct=clnk&cd=6&gl=id&client=chrome-a), di akses 20 November 2013

Penulis : qq ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Resume Teori Belajar Konstruktivisme ini dipublish oleh qq pada hari November 20, 2013. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Resume Teori Belajar Konstruktivisme
 

0 komentar:

Posting Komentar