A. Konsep Dasar Teori Humanistik
B. Tokoh-tokoh dalam Teori Humanistik
C. Asumsi
D. Kelebihan & Kekurangan Teori Humanistik
(+)
• Bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, analisis terhadap fenomena sosial.
• Siswa merasa senang, berinisiatif dalam belajar,.
• Guru menerima siswa apa adanya,memahami jalan pikiran siswa.
• Siswa mempunyai banyak pengalaman yang berarti
• Menjadikan siswa lebih kreatif dan mandiri; membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah.
• Indikator dari keberhasilan aplikasi ini ialah siswa merasa senang dan bergairah
• Terjadinya perubahan pola pikir
• Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara tanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang-orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin, atau etika yang berlaku
• Siswa dituntut untuk berusaha agar lambat laun mampu mencapai aktualisai diri dengan sebaik-baiknya.
(-)
• Bersifat individual.
• Proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi dan lingkungan yang mendukung.
• Sulit diterapkan dalam konteks yang lebih praktis
• Peserta didik kesulitan dalam mengenal diri dan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
• Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan dalam proses belajar.
• Siswa tidak aktif dan malas belajar akan merugikan diri sendiri dalam proses belajar
• Peran guru dalam proses pembentukan dan pendewasaan kepribadian siswa menjadi berkurang
• Keberhasilan proses belajar lebih banyak ditentukan oleh siswa itu sendiri
E. Karakteristik Teori Humanistik
F. Prinsip Teori Humanistik
1. Manusia memiliki kemampuan alami untuk belajar
2. Belajar menjadi signifikan apabila apa yang dipelajari memiliki relevansi dengan keperluan mereka
3. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya
4. Tugas belajar dapat lebih diterima dan diasimilasikan apabila ancaman dari luar itu semakin kecil
5. Bila ancaman itu rendah terdapat pengalaman siswa dalam memperoleh cara belajar yang bermakna diperoleh jika siswa melakukannya
6. Belajar lancar jia siswa dilibatkan dalam proses belajar
7. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
8. Kepercayaan pada diri siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri
9. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar
Teori ini membahas kemampuan dan potensi orang-orang saat mereka memilih dan mencari control atas hidup mereka. Menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan. Tujuan belajar adalah untuk memanusiakan seorang manusia untuk mampu mengaktualisasikan diri dalam hidup dan penghidupannya. Konsep belajar humanistik berangkat dari aliran psikologi humanistik. Belajar harus berorientasi pada peserta didik sebagai subjek belajar. Untuk memahami seseorang, kita harus mempelajari perilakunya, pikiran, dan perasaan mereka.
Pendidikan yang efektif menurut aliran ini adalah pendidikan yang berpusat pada minat, dan kebutuhan-kebutuhan peserta didik. Pendekatan Humanistik mengedepankan pentingnya emosi dalam dunia pendidikan. Pendekatan humanistik dalam pendidikan menekankan pada perkembangan positif. Belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Teori Humanistik menekankan kognitif.
B. Tokoh-tokoh dalam Teori Humanistik
- Abraham Maslow
- Carl Ransom Rogers
- Arthur Combs
- Kolb
- Honey dan Mumford
- Habernas
- Bloom dan Krathwohl
C. Asumsi
- Abraham Maslow mengatakan bahwa di dalam diri individu ada dua hal:
- Suatu usaha yang positif untuk berkembang
- Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu
Lalu Maslow juga mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarki. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama, seperti kebutuhan psikologis, barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di atasnya, ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya.
dan beliau juga memfokuskan pada individu secara keseluruhan, bukan hanya satu aspek individu, dan menekankan kesehatan daripada sekedar penyakit dan masalah.
- Carl Ransom Rogers menyebutkan bahwa teorinya bersifat humanistik dan menolak pesimisme suram dan putus asa dalam psikoanalisis serta menentang teori behaviorisme yang memandang manusia seperti robot. Teori humanisme Rogers lebih penuh harapan dan optimis tentang manusi karena manusi mempunyai potensi-potensi yang sehat untuk maju.
Asumsi dasar teori Rogers yaitu :
- Kecendrungan formatif, segala hal di dunia tersusun dari hal-hal yang lebih kecil
- Kecendrungan aktualisasi, kecendrungan setiap makhuk hidup untuk bergerak menuju kesempurnaan atau pemenuhan potensi dirinya.
D. Kelebihan & Kekurangan Teori Humanistik
(+)
• Bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, analisis terhadap fenomena sosial.
• Siswa merasa senang, berinisiatif dalam belajar,.
• Guru menerima siswa apa adanya,memahami jalan pikiran siswa.
• Siswa mempunyai banyak pengalaman yang berarti
• Menjadikan siswa lebih kreatif dan mandiri; membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah.
• Indikator dari keberhasilan aplikasi ini ialah siswa merasa senang dan bergairah
• Terjadinya perubahan pola pikir
• Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara tanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang-orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin, atau etika yang berlaku
• Siswa dituntut untuk berusaha agar lambat laun mampu mencapai aktualisai diri dengan sebaik-baiknya.
(-)
• Bersifat individual.
• Proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi dan lingkungan yang mendukung.
• Sulit diterapkan dalam konteks yang lebih praktis
• Peserta didik kesulitan dalam mengenal diri dan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
• Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan dalam proses belajar.
• Siswa tidak aktif dan malas belajar akan merugikan diri sendiri dalam proses belajar
• Peran guru dalam proses pembentukan dan pendewasaan kepribadian siswa menjadi berkurang
• Keberhasilan proses belajar lebih banyak ditentukan oleh siswa itu sendiri
- Mementingkan manusia sebagai pribadi
- Mementingkan kebulatan pribadi
- Mementingkan peranan kognitif dan afektif
- Mengutamakan terjadinya aktualisasi diri dan self concept
- Mementingkan persepsual subjektif yang dimiliki tiap individu
- Mementingkan kemampuan menentukan bentuk tingkah laku sendiri
- Mengutamakan insight (pengetahuan/pemahaman) (Suprayogi, 2005).
F. Prinsip Teori Humanistik
1. Manusia memiliki kemampuan alami untuk belajar
2. Belajar menjadi signifikan apabila apa yang dipelajari memiliki relevansi dengan keperluan mereka
3. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya
4. Tugas belajar dapat lebih diterima dan diasimilasikan apabila ancaman dari luar itu semakin kecil
5. Bila ancaman itu rendah terdapat pengalaman siswa dalam memperoleh cara belajar yang bermakna diperoleh jika siswa melakukannya
6. Belajar lancar jia siswa dilibatkan dalam proses belajar
7. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
8. Kepercayaan pada diri siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri
9. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar
G. Implementasi terhadap pembelajaran
Guru Sebagai Fasilitator :
• memberi perhatian dan motivasi
• membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum
• Memahami karakteristik siswa
• mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar
• Dapat menyesuaikan dirinya bersama siswanya
• Berbaur dengan siswanya, berkomunikasi dengan sangat baik bersama siswanya
• Dapat memahami dirinya dan tentunya agar dapat memahami siswanya
Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah :
• Merumuskan tujuan belajar yang jelas
• Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas , jujur dan positif.
• Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri
• Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri
• Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukan apa yang diinginkan dan menanggung risiko dari perilaku yang ditunjukkan.
• Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya.
• Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya
• Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa
Sumber :
Catatan Pribadi
Presentasi Kelompok
Mahmud. 2013. "Teori Humanistik dan Tokoh-tokohnya" http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com (online). diakses tanggal 28 November 2013 pukul 21.15
Sumber :
Catatan Pribadi
Presentasi Kelompok
Mahmud. 2013. "Teori Humanistik dan Tokoh-tokohnya" http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com (online). diakses tanggal 28 November 2013 pukul 21.15





